Daftar Istilah Ukuran Dalam Kitab Fiqh

  1. 1 Qiroth syar’i:
    versi imam syafi’i,Ahmad bin hambal dan maliki:0,215 Gr.
    Versi Imam abu Hanifah:0,263 Gr.
  2. 1 Dirham syar’i:
    versi Imam syafi’i,Ahmad bin Hambal dan Maliki:2,715 Gr.
    Versi Imam Hanafi:3,770 Gr.
  3. 1Mitsqol:
    Versi imam syafi,i,Ahmad bin Hambal dan maliki:3,879 Gr.
    Versi Imam Abu Hanifah:5,388 Gr.
  4. 1Sho’ gandum (hinthoh)
    versi Imam Nawawi :1862,18 Gr.
  5. 1Mud gandum (Hinthoh)
    Versi Imam Nawawi :465,54 Gr.
  6. 1 Sho’ beras putih (ukuran zakat fitrah) : 2719,19 Gr.
  7. 1 Mud beras putih : 679,79 Gr.
  8. 1 Ritl Baghdad :
    Versi Imam Nawawi :349,16 Gr.
    Versi Imam Rofi’i :353,49 Gr.
    Versi Imam Maliki :347,55 Gr.
    Versi Imam Ahmad :349,16 Gr.
    Versi Imam Abu Hanifah :490,65 Gr.
  9. 1 Mud air tawar jernih : 786 Gr.
  10. 1 Mana : 896,48 Gr.
  11. 1 Daniq : 0,430 Gr.
  12. 1 Thosuh : 0,107 Gr.
  13. 1 Uqiyah Urfi : 41,376 Gr.
  14. 1 Qinthor : 49651,2 Gr.
  15. 1 Astar :
    Versi Imam Syafii,Ahmad bin Hambal dan Maliki :17,455 Gr.
    Versi Imam Hanafi : 26,46 Gr.
  16. 1 Mud dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :0,766 Lt atau kubus berukuran +9,2 cm=0,766 Lt.
  17. 1 Sho’ dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :3,145 Lt/kubus berukuran + 14,65 cm
  18. 1 Wasaq dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :188,712 Lt/kubus berukuran +57,32 cm
  19. 1 Qofiz :33,52 (pxlt) = 37,736 cm
  20. 1 Dziro’ :
    • 1 Dziro’ Al Mu’tadil
    • Versi mayoritas Ulama:48 cm
      Versi Imam Nawawi :44,720 cm
      Versi Imam Rofi’i :44,820 cm

    • 1 Dziro’ Al Hasyimi
    • Versi Al Makmun =41,666625 cm

  21. 1 Jarib :53,24 cm (pxlxt)= 150,944 Lt 22.
    Air dua qulah:
    versi Imam Nawawi :174,580 Lt atau kubus berukuran +55,9 cm
    versi Imam Rofi’i : 174,245 Lt atau kubus berukuran +56,1 cm
    versi Ahli Iraq: 255,325 Lt atau kubus berukuran +63,4 cm
    versi mayoritas ulama:216,000 Lt atau kubus berukuran +60 cm
  22. Jarak Qoshor Sholat :
    versi Tanwirul Qulub :80,640 km
    versi Imam Makmun :89,999992 km
    versi Imam A.Husein Al Misri :94,5 km
    versi mayoritas Ulama : 119,99988 km
  23. 1 Mil Hasyimi :
    versi Imam Makmun :1,666665 km
    versi Imam A.Husein Al Misri :1,76041 km
    versi mayoritas Ulama : 2,99995 km
  24. 1 Farskh :
    versi Imam Makmun :4,99995 km
    versi Imam A Husein Al Misri :5,28125 km
    versi Mayoritas Ulama :7,4999925 km.
  25. “Kami mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengetikan,bagi yang membaca dan menemukan kekeliruan di mohon untuk berkomentar”

Keampuhan Bersholawat Kepada Nabi SAW

  • Anjuran bersholawat kepada nabi saw
  • Anjuran bersholawat kepada nabi ini telah di sebut dalam alquran dan hadist.Dan bersholawat kepada nabi itu adalah merupakan pemenuhan perintah dari Allah.Sebagai pembuktian pengabdian kepadaNYA.Dalam alquran surat al ahzab ayat 56 Allah subhanahu wata’ala berfirman :

    إن ألله وملائكته يصلون على النبى يايهاالذين أمنوا صلواعليه وسلموا تسليما

    “Sesungguhnya Allah dan MalaikatNYA bersholawat untuk Nabi.Hai orang-orang yang berimam bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

  • Keutamaan bersholawat kepada nabi MUHAMMAD SAW.
  • Dalam hadist riwayat At-Tarmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a bahwa Rosulullah SAW bersabda :

    إن أولى الناس بى يوم القيامةأكثرهم على صلاة

    “manusia yang paling patut berkumpul denganku pada hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.”


    Demikianlah salah satu hadist yang menerangkan tentang keutamaan bersholawat dan sebenarnya masih banyak lagi hadist yang menerangkan keutamaan bersholawat yang jika di kumpulkan dan di simpulkan adalah sebagai berikut :

    1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
    2. Mendapatkan kesempurnaan iman.
    3. Mendapatkan curahan rohmat dan kebajikan dari Allah.
    4. Para malaikat memintakan ampunan baginya kepada Allah.
    5. Mendapat derajat yang tinggi dan menghapus kejahatan.
    6. Mendapatkan syafa’at besok di hari kiamat.
    7. Mendapatkan pahala seperti pahala memerdekakan budak.
    8. Mendapat prioritas hubungan dekat dengan nabi.
    9. Di golongkan orang yang saleh dan di jauhkan dari penyesalan dan kerugian.
    10. Melapangkan rizki,menghilangkan kesulitan dan kesusahan.
    11. Membuka kesempatan bertemu nabi.
    12. Dapat menghapus dosa dan doanya tidak akan di tolak Allah
    13. Sebagai pengganti shodaqoh bila ia tak mampu.
    14. Mendapatkan pahala sepuluh kali.
    15. Melapangkan dada hingga ia mudah menerima sesuatu.
    16. Melenyapkan kebingungan di hari kiamat nanti.
    17. Merapatkan kedudukan kepada nabi SAW nanti.
    18. Menunaikan tugas dari perintah Allah yang berarti melepaskan diri dari murka-NYA.

    Dalam kitab az-Zawajir,Ibnu Hajar Al_haitamy berkata

    “Barang siapa yang tidak bersholawat kepada Nabi di kala orang menyebut nama Nabi Muhammad SAW maka ia tergolong orang yang berdosa”.

    Demikian adalah sebagian keutamaan sholawat yang sebenarnya masih banyak.mari bersholawat.

    Allahumma sholi ala Muhammad!!.

JAMA’ TA’KHIR

  • Syarat-syarat Jama’ Ta’khir :
    1. Berniat mengakhirkan shalat yang pertama(dhuhur/maghrib)untuk di kerjakan pada waktu shalat yang kedua(ashar/isya’)secara jama’ dan niat ini harus berada di waktu shalat yang pertama
    2. Kekalnya perjalanan sampai shalat yang kedua sempurna.
  • Cara jama’ ta’khir :
    1. Niat jama’ ta’khir :

      نويت تأخيرالظهرإلى العصر/المغرب إلى العشاءلأجمع بينهما*
      نويت جمع الظهرإلى العصر/المغرب إلى العشاءتأخيرالله تعالى

    2. Setelah masuk waktu shalat ashar/isya’ menunaikan shalat yang pertama(dhuhur/maghrib)secara ada’ tanpa membubuhkan niat jama’ dan niatnya adalah :

      أصلى فرض الظهر اربع ركعات/ ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى

      أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداء لله تعالى

    3. Seusai shalat yang pertama (dhuhur/maghrib) terus menunaikan shalat yang kedua(ashar/isya’)niatnya biasa-biasa saja,lafadhnya:

      أصلى فرض العصر/العشاء اربع ركعات/ ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى

Alhasil,(terkait dengan niat di atas) :

  1. Shalat qashr niatnya bareng takbiratul ihram.
  2. Jama’taqdim niatnya di dalam shalat yang terdahulu boleh bahkan afdlal di barengkan dengan takbiratul ihram,dan boleh tidak di barengkan dengannya,asal masih di dalam shalat yang pertama tersebut meski berbarengan dengan salam yang pertama.
  3. Jama’ taqdim niatnya pada waktu shalat uula

    (ono sak jerone wektune shalat kang awal)

  4. Jama’ taqdim maupun jama’ ta’khir tidak merubah tata cara niat shalat yang kedua yakni ashar dan isya’

RAWAATIB SHALAT JAMA’

Kaifiyyah yang paling utama untuk shalat sunnat raatibahnya shalat jama’adalah sebagai berikut :

  1. Untuk Jama’ dhuhur dan ashar:

    • Shalat sunnah qabliyyah dhuhur
    • Lalu shalat dhuhur dan ashar
    • lalu shalat sunnah ba’diyyah dhuhur dan shalat sunnah ashar

    Peringatan

    • shalat sunnah qobladh dhuhri/ba’diyyah dhuhri adalah dua rakaat atau empat rakaat.
    • shalat sunnah ashar adalah empat rakaat
  2. Untuk shalat jama’maghrib dan isya’:

    • shalat sunnah qablal maghrib
    • lalu shalat maghrib dan isya
    • lalu shalat sunnah :
    • ba’dal maghrib
    • qablal maghrib
    • ba’dal isya

PETUNJUK SHALAT JAMA’ DAN QOSHR

Shalat Qashar

yaitu:

memendekkan shalat fardlu yang empat rakaat ya’ni Dhuhur,Ashar dan Isya’ menjadi dua rakaat

Adapun niatnya:‎أصلى فرض الظهر/العصر/العشاءقصرا/ ركعتين مستقبل/ مستقبلة القبلة اداء لله تعالى
Keterangan

  1. Lafadh: ‎مستقبل‎ untuk
    mushalli
    laki-laki dan lafadh: ‎مستقبلة‎ untuk mushalli perempuan.
  2. Jika berjamaah,sang imam hendaknya menambahkan lafadh: ‎إماما‎ dan ma’mum laki-laki menambah lafadh ‎مأموما‎ sedang ma’mum perempuan menambah lafadh ‎مأمومة‎ setelah membaca lafadh ‎اداء‎

Shalat jama’

Shalat jama’ yaitu:

mengumpulkan dua shalat fardlu yang di kerjakan dalam satu waktu(waktu yang bersamaan)

.
Shalat yang dapat di jama’ adalah shalat dhuhur dan ashar,maghrib dan isya’.
Shalat jama’ada dua macam:

  1. jama’ taqdim:mengumpulkan dua shalat fardlu yang di kerjakan di waktu shalat yang pertama.
  2. contoh:Shalat dhuhur dan ashar di kerjakan di walt shalat dhuhur.

  3. jama’ ta’khir:mengumpulkan dua shalat fardlu yang di kerjakan di waktu shalat yang ke dua.
  4. Contoh:

    Shalat dhuhur dan ashar di kerjakan di waktu ashar.

jama’taqdim

  • Syarat-syarat Jama’ Taqdim
    1. mendahulukan shalat yang pertama(shohibatilwakti)
    2. niat jama’di dalam shalat pertama(di antara takbiratul ihram dan salam)
    3. terus menerus antara shalat yang pertama dan yang ke dua.(al-muwalah bainahuma)
    4. kekal status udzurnya(safarnya)sampai taharum shalat yang ke dua.
  • Penjelasan tata cara shalat jama’ taqdim:
    1. musafir harus melakukan shalat yang pertama (dhuhur atau maghrib)terlebih dahulu
    2. Niat jama’ di lakukan pada shalat yang pertama.
    3. niat jama’ boleh di barengkan dengan takbiratul ihram(ini yang afdlal)dan boleh di letakkan setelah takbiratul ihram meskipun berbarengan dengan salam yang pertama.Jadi peletakan niat jama’ tidak di syaratkan bersamaan dengan takbiratul ihram.
  • cara shalat jama’taqdim dengan niat di barengkan dengan takbiratul ihram:

    1. Shalat dhuhur lafadh niatnya: ‎أصلى فرض الظهر مجموعا بالعصرأربع ركعات/ ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى‎
    2. Sesudah salam dari shalat dhuhur lalu menunaikan shalat ashar,lafadh niatnya: ‎أصلى فرض العصر اربع ركعات/ ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى‎
    3. jadi niat shalat yang ke dua tidak perlu di tambah niat jama’,sebab niat jama’taqdim tempatnya di dalam shalat yang pertama.

  • Cara shalat jama’ taqdim dengan niat tidak di barengkan dengan takbiratul ihram:

    1. Shalat dhuhur niatnya biasa seperti tidak di jama’: ‎أصلى فرض الظهر اربع ركعات/ ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى‎
    2. Lantas di dalam shalat dhuhur ini hatinya berniat untuk menjama’ taqdim seperti ini: ‎نويت تقديم العصر إلى الظهرلأجمع بينهما*
      نويت جمع العصر إلى الظهرتقديمالله تعالى ‏‎ ‎
      Untuk menghindari kelalaian,hendaknya niat jama’di lakukan seusai takbiratul ihram sebelum dzikir iftitah atau sebelum membaca surat alfatihah.

    3. Seusai salam dari shalat dhuhur hendaknya segera melakukan shalat ashar,niatnya biasa-biasa saja ,hanya apabila di qashar,harus di niat qashr.

    Untuk jama’ taqdim maghrib dan isya’semua seperti jama’taqdimnya shalat dhuhur dan ashar,hanya saja shalat maghrib tidak dapat di qashar.

FAIDAH


Menurut al imam Al Ghazaliy dalam

IHYA

,jika musafir telah menjama’taqdim,namun ternyata sesampainya di rumah dia masih mendapati waktu shalat yang kedua,(ashar atau isya’)maka dia berkewajiban menunaikan lagi shalat yang kedua.Sebab shalat kedua yang di jama’ taqdim syarat sahnya adalah tetapnya udzur yaitu safar sampai habisnya waktu shalat yang kedua tersebut.